Khotbah Natal

KOLOSE 1:17b

Segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.Budieli Hia

Budieli Hia

Bapak ibu yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus…

Setiap bulan Desember kita selalu bersukacita dalam menyambut Natal. Bahkan sebelum itu mulai dari bulan Oktober sudah mulai ada tanda-tanda sukacita itu dengan dibentuk panitia Natal. Panitia mulai bekerja keras memikirkan kegiatan, mencari dana supaya ada MAKNA NATAL (Makanan Natal), sehingga wajarlah kalau istilah pelaksanaan Natal itu adalah Perayaan. Perayaan demi perayaan telah banyak kita ikuti…namun yang menjadi pertanyaan: SUDAHKAH SUKACITA NATAL ITU KITA NIKMATI?

Bapak ibu yang terkasih…dari awal ketika manusia itu diciptakan, ia ditempatkan di tempat yang penuh dengan kebahagiaan, suatu tempat yang sangat indah, dimana segala sesuatu yang dibutuhkan ada di sana. Namun akibat suatu peristiwa manusia harus meninggalkan tempat yang sangat indah itu. Kenapa? Karena manusia mulai tergoda dengan “sesuatu” yang menurut dia lebih dari yang sudah dinikamati. Sesuatu itu saya namakan “KEINGINAN” yang ia harus penuhi.

Akibat keinginan itu, manusia lupa diri, lupa akan tugas dan tanggungjawab akhirnya lahirlah dosa pertama, dosa akibat keinginan, keinginan untuk menjadi sama dengan Tuhan.

Akhirnya bapak ibu yang terkasih, yang terjadi adalah…bukannya keinginan itu terwujud, malah ia harus meninggalkan tempat yang selama ini memberikan ia kebahagiaan. Ia diusir, dan ia semakin jauh dari kebahagiaan itu.

Bapak ibu yang terkasih sejak saat itu manusia merindukan dan mencari-cari kebahagiaan itu, namun ia tidak bisa menemukannya, malah ia semakin jauh meninggalkan kebahagiaan itu dan hidup dalam dosa demi dosa.

Bapak ibu yang dikasihi Tuhan, Tuhan tahu bahwa manusia tidak akan pernah bisa menemukan kebahagiaan yang sejati itu. Manusia semakin terjebak dengan kebahagiaan semu (bua waya faya luo). Oleh karenanya Allah sendiri datang membawa kebahagiaan itu dan menganugerahkannya kepada manusia.

Manusia mencari kebahagiaan…

Manusia mencari kedamaian…

Manusia mencari sukacita…

Tetapi…

Ketika kebahagiaan itu datang…

Ketika kedamaian itu datang…

Ketika sukacita itu datang…

Manusia tidak merasakannya, bahkan manusia itu menolaknya…tragis memang…

Kenapa hal itu bisa terjadi? Kebagiaan itu datang dan mengetok pintu rumah ke rumah untuk ia masuk…namun manusia sibuk dengan segala kesibukannya. Manusia sibuk dengan pekerjaannya, manusia sibuk dengan keluarganya. Akhirnya kebahagiaan itu pergi dan ia terpaksa tinggal disuatu tempat yang bernama KANDANG BINATANG.

Namun bapak ibu yang terkasih di dalam nama Yesus Kristus…kebahagiaan itu tidaklah sia-sia…sekalipun ia terpaksa tinggal di kandang biinatang…tetapi itu telah membawa sukacita dan kebahagiaan kepada orang-orang yang selama ini tidak dipedulikan, diabaikan bahkan mungkin disingkirkan oleh kekejaman dunia. Mereka yang tidak punya tempat tinggal, mereka yang kelaparan akibat tidak mendapat makanan, mereka yang mungkin binatang lebih berharga  dimata mereka yang memiliki binatang. Mereka adalah para gembala. Merekalah yang menyaksikan suka cita besar itu. Mereka diberitahukan oleh malaikat bahwa pembawa kebahagiaan yang selama ini dicari manusia sudah datang. Dia yang punya segala sesuatu telah datang dan mau menganugerahkan kebahagiaan itu kepada manusia.

Kalau sudah demikian…

apa lagi yang kita cari?

Kebahagiaan?

Sukacita? Kedamaian?

Semuanya sudah ada di dalam Dia.

Namun… yang menjadi pertanyaan adalah kenapa kita masih tidak merasakan kebahagiaan dan kedamaian itu?

Dimanakah kedamaian itu berada?

Kita mencari kemana-mana, namun kita tidak menemukannya.

Kita mencari di gereja…tetapi tidak ada? Yang ada di gereja malah perselisihan… perpecahan demi pperpecahan terjadi di dalam gereja. Akhirnya kita mencoba mencari kebahagiaan di tempat lain dengan pindah gereja…tetapi nyatanya juga di sana tidak kita temukan. Eh ternyata hal yang sama juga ada. Ternyata di gereja tidak ada kedamaian.

Lalu banyak orang berusaha mencari kebahagiaan itu di tempat-tempat hiburan, dengan melarikan diri kepada minuman keras dan bahkan narkoba. Kebahagiaan ada… tetapi hanya sementara. Setelah itu yang ada malah kesengsaraan… keluarga berantakan, uang menjadi habis dan banyak lagi permasalahan yang ditimbulkannya.

Kalau seperti…dimanakah kedamaian itu berada? Dimanakah aku bisa mencari kebahagiaan? Dimanakah sukacitaku berada?

Bapak-ibu yang terkasih dalam nama Yesus…tema kita menjawabnya: Segala sesuatu ada di dalam Dia.

Hanya di dalam Dia…segalanya ada.

Namun, Dia berada di mana? Dulu para gembala bisa menemukannya di kandang domba. Demikian juga para majus bisa menemukannya di kandang domba sedang berbaring di atas palungan dan dibungkus dengan lampin.

Sekarang dimanakah Dia berada?

Bapak ibu yang terkasih dalam nama Yesus Kristus…

Suatu ketika Yesus capek dengan segala permintaan manusia yang tidak pernah henti-hentinya. Dikabulkan yang satu, muncul keinginan yang lain yang tidak pernah hentinya.

Akhirnya Yesus minta cuti.

Ia memangggil malaikat untuk mengurus cutinya dan tempatNya berlibur dimana manusia tidak pernah datang.

Malaikat mengusulkan agar ia pergi ke puncak gunung yang paling tinggi…karena manusia mungkin tidak ke sana. Eh…belum lama Yesus sampai dan berbaring sejenak… ternyata manusia sudah sampai di sana dengan segala keinginan untuk ketenaran sebagai penakluk gunung. Akhirnya ia pulang dan protes kepada malaikat… “ah, manusia ternyata sudah ada di sana dengan segala keinginannya…cari tempat berlibur yang lebih tenang”

Malaikat menyusun rencana baru…ia mengusulkan agar Yesus pergi berlibur ke Bulan…eh ternyata di sana juga sudah ada manusia dengan keinginan menguasai jagad raya… Ia pergi ke dasar laut dan ternyata di sana juga sudah ada manusia. Akhirnya ia pulang dan memberi perintah kepada Malaikat supaya mencarikan tempat yang tidak pernah di datangi manusia. Akhirnya malaikat mengusulkan suatu tempat yang tidak mungkin di datangi manusia. Akhirnya Yesus pergi ke sana dan ternyata ia dengan tenang bisa beristrahat tanpa ada yang mengusiknya.

Yang menjadi pertanyaan adalah… Dimanakah Tempat itu?

Bapak ibu yang terkasih di dalam nama Yesus  Kristus…

Yesus berkata: “Ba dõdõGu sa so zamati khõGu ba ba dõdõ zamati khõGu so Ndra’o.” Bapak ibu Yesus tidak pergi jauh ia ada di dalam hatiku, hatimu dan hati kita semua orang yang percaya kepada-Nya.

Kebahagiaan itu sudah ada di sini, di dalam hati dan tidak perlu dicari..tingggal dirasakan saja. Namun, kenapa kita tidak merasakan kebahagiaan itu…tidak lain dan tidak bukan karena dalam hati kita sudah dipenuhi dengan banyak keinginan-keinginan yang pada dasarnya bukan kebutuhan kita. Seluruh waktu kita dihabiskan untuk memenuhi keinginan tersebut. Namun, manusia tidak pernah puas dan akan terus memenuhi keinginan itu. Saat ini negara kita tidak pernah terlepas dari kemiskinan, karena para pejabatnya tidak pernah puas dan selalu korupsi. Kita lihat saja proses penerimaan PNS di Nias Barat yang penuh denga kebohongan dan money politik. Kalau keinginan yang sudah berkuasa maka segala cara akan dihalalkan. Maka benarlah istilah bahwa “manusia itu serigala bagi manusia yang lainnya,” “tak ada kawan yang abadi dan tak ada lawan yang abadi. Yang abadi hanyalah satu yaitu KEINGINAN”.

Bapak ibu…Kebahagiaan dan kedamaian itu sudah menjadi milik kita. Untuk bisa merasakannya…singkirkanlah keinginan-keinginan yang menumpuk itu. Buanglah satu persatu. Tanyalah pada dirimu apakah dengan semua itu kamu perlukan untuk hidup? misalnya: tanpa baju baru di hari Natal apakah kamu tidak hidup? tanpa… apakah kamu tidak hidup? kalau kita sudah melewati itu semua maka barulah kebahagian itu bisa kita rasakan. Doa kita bukanlah belum dijawab. Sudah..Tuhan menjawabnya dengan memberi kebutuhan kita, bukan keinginan kita. Memang hidup kita penuh dengan pergumulan, namun, pergumulan itu tidaklah bisa merenggut kebahagiaan yang sudah menjadi milik kita.

Tuhan Yesus Memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: