ORANG SAKIT KARENA KUASA GELAP

ORANG SAKIT KARENA KUASA GELAP (Okultisme)

 

  1. “Apa itu kuasa gelap/ Okultisme?”

Setiap orang tentu pernah merasakan sakit. Sakit tentu saja bukanlah suatu fase yang menyenangkan. Ketika sakit, tentu timbul berbagai perasaan dan pikiran negatif diantaranya; gelisah, takut dan lain sebagainya. Sakit fisik biasa tentu dapat disembukan dengan perobatan medis ataupun dengan obat herbal. Hal ini merupakan hal yang lumrah. Namun yang menjadi permasalah adalah sakit yang tidak terdiagnosa oleh dokter. Hal ini tentu membawa suatu kontrofersial. Dikatakan kontrofersial karena penyakit ini tidak terdeteksi oleh medis.

Biasanya untuk penyakit sepeti ini para medis akan merekomendir untuk konsultasi kepada psikolog (bila terlihat ada beban mental) dan kepada pemuka agama (bila tidak terlihat adanya beban mental). Bahkan yang lebih miris lagi, bahwa pasien disarankan untuk pergi keperobatan alternatif (paranormal/ orang pintar/ dukun).

Atas dasar hal di atas, tentunya perlu tinjauan dan pembahasan yang lebih mendalam mengenai orang yang sakit karena kuasa gelap.

Istilah okultisme berasal dari kata okult yang berarti gelap, rahasia, misterius, tersembunyi dan istilah Isme yang berarti ajaran, paham atau doktrin. Jadi istilah okultisme berarti ajaran, paham atau doktrin tentang hal-hal yang sifatnya rahasia, gelap, misterius dan tersembunyi, khususnya menyangkut kuasa gelap.[1]

Ada pula yang mengatakan bahwa okultisme adalah suatu yang berhubungan dengan kekuatan supranatural, misterius dan magis.[2]

Kuasa gelap yang dimaksudkan adalah kuasa iblis. Kenapa hal ini dilakukannya?. Hal ini dilakukannya agar ia yang telah dilemparkan dari surga karena kesombongannya “mendapat teman”. Iblis memperhadapkan manusia ke dalam dosa yang sama dengan  yang dilakukannya dan berharap Tuhan mencampakkan manusia (yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupaNya) seperti dia dicampakkan. Tuhan melihat hal ini tidak menyampakkan manusia namum merancankan keselamatan dengan merendahkan diriNya agar setiap orang yang percaya tidak binasa. Rencana penyelamatan Allah ini diwujudkanNya dengan penganugrahan AnakNya Yesus Kristus. Oleh karena rencana penyelamatan ini, tentunya iblis tidak tinggal diam. Dia berusaha untuk mengikat kehidupan manusia, yang diperbuatnya untuk menghancurkan gambaran Allah pada manusia.[3]

  1. Gejala-gejala kerasukan dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Lislie Lim dan Douglas koh menguraikan dengan jelas gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kuasa gelap, yaitu:[4]

  • Gejala fisik

a)    Kegelisahan (Mat 12:43)

b)    Kekuatan yang tidak biasa (Luk 8:29).

c)    Kekerasan (Mat 8:28)

d)    Keadaan terbelenggu (Luk 8:29)

e)    Penyakit bawaan atau kambuh. Penyakit yang tidak memiliki penjelasan medis.

f)     Kecanduan

g)    Desakan-desakan sensual atau gairah seksual yang ekstrem, dan penyimpangan seksual.

h)    Perubahan suara.

i)      Kemunculan kepribadian baru dengan tabiat yang tidak suci.

  • Gejala Spiritual

a)    Jatuh dalam keadaan tidak sadarkan diri.

b)    Menunjukka sikap bermusuhan terhadap nama Yesus

c)    Dorongan untuk menghujat.

d)    Tidak ingin atau tidak mampu meninggalkan ulah setan.

e)    Mengantuk atau tidak bisa berkosentrasi ketika membaca Alkitab, tetapi mampu membaca buku-buku duniawi atau bahan bacaan lainnya tanpa kesulitan semacam itu.

f)     Terus-terusan terganggu atau pikirannya mengembara selagi berdoa.

g)    Memiliki kekuatan untuk meramalkan masa depan atau penglihatan ekstra indrawi (extransesorr perception) atau kemampuan kebatinan (Kis 16:16)

  • Gejala emosional

a)    Kemarahan yang tidak terbendung.

b)    Rasa takut yang tidak normal atau tidak masuk akal atas sesuatu atau suatu keadaan.

c)    Memendam rasa enggan memaafkan atau emosi-emosi merusak lainnya, seperti kekecewaan, amarah, dan benci (Ibr 12:15)

d)    Rasa bersalah yang menyesatkan

e)    Kabur dari kenyataan dengan menyibukkan diri dengan kegiatan lain.

f)     Memelihara pikiran bunuh diri atau mencoba bunuh diri (Mrk 9:22)

  • Gejala mental

a)    Seperti mendengar suara-suara

b)    Depresi/tidak berpengharapan/putus asa (Yes 61:3)

c)    Kebingungan

d)    Dicerca oleh pikiran-pikiran kotor dan tidak suci

e)    Disiksa oleh mimpi buruk yang kerap menghantui

  1. Faktor Penyebab Orang Sakit karena Kuasa Gelap

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa iblis tidak akan membiarkan manusia hidup dalam kedamaian. Secara fakta Alkitabiah bahwa manusia yang didiami oleh setan mengalami banyak gangguan dan salah satunya adalah gangguan fisik (bnd. Efs 2:2; Luk 13:11,16; 1 Sam 16:14,23; 18:10,12). Di sini terlihat bahwa tubuh saul yang telah didiami atau ditunggangi oleh kuasa gelap tidak dapat terkontrol oleh dirinya sendiri.[5] Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana setan-setan masuk ke dalam tubuh manusia? Bukankah manusia adalah gambaran dari Allah?

Tentu manusia adalah segambar dengan Allah, namun gambaran ini telah rusak oleh karena dosa. Maka iblis yang adalah bapa dari segala dosa dapat menggunakan segala jenis dosa sebagai pintu masuknya untuk menghancurkan manusia.

Lislei Lim dan Douglas Koh menguraikan celah yang dipakai iblis sebagai pintu masuk kepada manusia, adalah sebagai berikut:[6]

  • Pengalaman Masa Kecil yang Menyakitkan

Anak-anak yang menderita pelecehan fisik dan emosi rentan terhadap serangan-serangan Iblis. Ketika mereka ditinggalkan dan dirawat di panti-panti, mereka tumbuh dengan perasaan tidak dicintai dan menderita perasaan ditolak yang parah. Beberapa telah dilepas untuk diadopsi, atau telah dirawat oleh orang tua tiri atau sanak saudara mereka yang kurang mengasihi dan mempedulikan mereka, dibanding dengan anakk-anak mereka sendiri. Anak-anak ini pun tumbuh dengan gambar diri yang rendah, rasa ketidakmapanan yang dalam, luka-luka perasaan, dan pikiran untuk bunuh diri. Rasa kehilangan yang dialami sejak masa kanak-kanak semacam ini menciptakan lahan semai bagi gangguan-gangguan kepribadian. Rasa itu juga membuka pintu masuk bagi pengaruh-pengaruh iblis.

  • Keretakan Rumah Tangga

Allah menciptakan tangga dengan ibu dan ayah di dalamnya. Rumah Tangga menjadi tidak lengkap manakala salah satu atau kedua orang tua tidak ada. Percekcokan antar orang tua menorehkan rasa tidak aman yang dalam di pikiran anak kecil. Dia telah terbiasa menghormati orang tuanya ketika tiba-tiba dia dipaksa untuk memihak salah satu dari mereka. Hal ini menciptakan konflik parah dalam diri si anak. Ada banyak luka perasaan yang terjadi. Jika dia memilih pihak ayah, dia berfikir bahwa dia bakal kehilangan kasih dan sayang dari ibu. Ikatan yang telah dia bangun bersama si ibu akan terkoyak. Bayangkan rasa sakit yang harus di derita oleh seorang anak kecil. Hal ini mungkin akan berbeda ketika salah satu dari orang tuanya meninggal karea dalam situasi ini, dia tidak dipaksa untuk membuat pilihan.

Banyak anak yang dengan keliru menyalahkan diri mereka sendiri, seakan-akan mereka  adalah penyebab retaknya pernikahan orang tua mereka. Hal ini membuat mereka menjalani hidup dengan menanggung beban rasa bersalah yang berat. Mereka merasa malu. Teman-teman mereka punya rumah tangga dengan kedua orang tua mereka tinggal di dalamnya. Mereka tidak. Mereka merasa harus menyembunyikan masalah perkawinan kedua orang tua dari teman-teman mereka. Hal ini menyebabkan mereka mengalami kurangnya kepercayaan diri, perasaan tidak aman,dan penghargaan diri rendah. Bersama dengan kebingungan, luka perasaan, rasa bersalah yang sebenarnya keliru, dan rasa terhukum, korban-korban percekcokan orang tua membuka pintu bagi serangan-serangan roh jahat. Gembongnya Iblis adalah si penuduh itu, seorang tukang tipu dan pendusta yang akan menumpuk rasa bersalah yang tidak dapat dibenarkan pada anak-anak yang terluka ini.

  • Rasa Takut dan Trauma yang Tiba-tiba

Trauma dan rasa takut erat kaitannya. Selagi sebuah konsekuensi atas pengalaman traumatis, seseorang dapat diliputi rasa takut. Roh-roh jahat memperoleh jalan masuk melalui rasa takut yang tiba-tiba ini. Misalnya, seorang gadis yang uang dan barang-barang berharganya dirampok oleh seorang pejalan kaki yang lewat ketika dia sedang berjalan di sepanjang gang yang gelap. Setelah itu, dia memiliki rasa takut ketika berjalan sendiri dan menghindari gang tempat dia dirampok itu secara bersamaan.

Contoh lain adalah orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan. Mereka mungkin akan mengalami gangguan stres pascatrauma. Ini adalah sebuah kondisi yang timbul setelah mengalami kejadian kejadian yang membahayakan nyawa. Si penderita mengalami kegelisahan yang muncul terus menerus, rasa marah atau dongkol, kilas balik tentang insiden dan/atau pengalaman berulang tentang perasaan seakan-akan kejadian itu sedang terjadi lagi. Dalam diri penderita, terjadi sebuah penghindaran terhadap hal-hal yang dapat memicu ingatan tentang kejadian itu.

Kata “trauma” berasal dari bahasa Yunani, ejaannya sama yang berarti “luka”. Ketika seseorang mengalami trauma, dia terluka atau tercederai secara fisik, emosi, atau seksual. Trauma mungkin akan menyebabkan dampak panjang terhadap perilaku dan kepribadiannya. Trauma dapat merupakan akibat dari pengalaman-pengalaman pralahir, kecelakaan-kecelakaan nyaris fatal, pelecehan seksual, verbal, atau fisik, penolakan, kerugian finansial, kematian dini atau tidak terduga orang-orang yang dicintai, dan keretakan dalam sebuah pernikahan.

Orang-orang yang mengalami trauma berada di titik terlemah selama trauma terjadi, dan menjadi lebih rentan terhadap serangan-serangan roh jahat. Para Iblis mengambil keuntungan dari situasi ini dan menginvasi korban yang mengalami trauma itu.

  • Dosa Nenek Moyang

Dosa nenek moyang kita, lewat penyembahan berhala, turun dari generasi ke generasi, seperti yang dijabarkan Musa dalam Keluaran 20:3-5:

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.  Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.”

Pemberhalaan bermakna lebih dari penyembahan ilah palsu. Setiap ketertarikan, kegiatan, atau benda apa pun yang mengambil tempat paling utama dalam kehidupan seseorang adalah berhala. Iblis mengambil keuntungan penuh dari hak mereka untuk memasuki kehidupan seseorang ketika pemberhalaan dipraktekkan. Ketika Iblis masuk sebagai akibat dari dosa pemberhalaan atau dosa tertentu, dia akan terus turun dari generasi ke generasi, kecuali orang tersebut bertobat dan dilepaskan.

Manusia di dalam kandungan jelas berhubungan dengan ibunya (orang tua). Relasi ini ternyata bukan hanya sekedar menyangkut faktor genetika, namun juga menyangkut hubungan dosa (bnd. Mzm. 51:7). Fakta alkitabiah dalam Ulangan 20:4-6 jelas menyatakan bahwa Tuhan menunjukkan murkaNya kepada keturunan ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Dia. Dikatakan membenci karena dosa yang dilakukan oleh manusia sendiri dan oleh karena dosa itu Tuhan membiarkan manusia untuk dicobai. Membenci bukan berarti membiarkan manusia itu terjerumus lebih mendalam karena Tuhan adalah Mahakasih. Karena dalam lanjutan ayat tersebut dikatakan bahwa Dia menunjukkan kasihNya kepada setiap orang yang mengasihi dan tunduk akan Dia. Dari pemaparan ini jelas bahwa dosa dari Adam dan Hawa tentunya turun kepada anak-anaknya dan seluruh keturunannya.

Iblis yang adalah juga penipu ulung masuk secara mulus dalam kehidupan manusia. Manusia modern yang tidak mempercayai adanya kuasa iblis lebih condong diintervensi oleh iblis tanpa disadarinya. Contohnya dalam Matius 17:14ff menceritakan seorang yang disangka mengidap penyakit ayan ternyata sedang dirasuki oleh iblis.[7]

  • Praktik Okultisme

Praktik-praktik okultisme, seperti memuja leluhur yang sudah mati; mempersembahkan seseorang kepada dewa; meminum air “jampi-jampi”; berkonsultasi pada peramal, ahli perbintangan, pembaca telapak tangan, pembaca kartu tarot atau dukun; menggunakan jimat keberuntungan, azimat atau perhiasan bertuah; mengembangkan chi, ki, prana atau kehidupan semesta lewat beragam seni bela diri dan yoga; dan menyimpan benda gaib atau benda sihir dalam rumah akan mengundang Iblis datang ke kehidupan seseorang.

  • Berbuat Dosa Terus-menerus

Paulus memperingatkan orang percaya agar jangan “beri kesempatan kepada iblis: (Efs 4:27). Ketika seseorang terus menerus berkubang dalam dosa tertentu, dia membiarkan Iblis membuat klaim atas dirinya.

Misalnya, ketika seseorang memendam sikap enggan memaafkan, amarah, kekecewaan atau emosi-emosi baka lainnya, dia membuka dirinya untuk disiksa oleh roh-roh jahat. Hal ini akan mempersulit pembebasannya dan mungkin akan berakibat pada gejala-gejala tidak terjelaskan secara medis.

  • Ikatan-ikatan Jiwa Tidak Ilahi

Allah telah menempatkan kita dalam hubungan antar sesama. Hubungan yang sehat membawa kita pada peningkatan dan hubungan yang tidak sehat justru memperbudak kita. Contoh ikatan-ikatan jiwa termasuk hubungan di antara orangtua dan anak-anak, manakala ada kasih, penerimaan, dan penyemangatan; hubungan suami istri, saat keduanya menjadi satu tubuh, jiwa, dan roh; dan hubungan sehat di antara orang-orang berjenis kelamin sama seperti dalam kisah Daud dan Jonatan, dan Rut dan Naomi. Iblis membenci dan mengutak-atik hal yang ilahi menjadi tidak ilahi. Misalnya, banyak orangtua yang menolak anak-anak mereka, dan anak-anak tersebut berbalik berontak melawan orangtua mereka. Pasangan-pasangan bertengkar setiap hari dan suami istri masing-masingg selingkuh. Hubungan antara orang orang-orang berjenis kelamin sama memburuk dan berakhir sebagai hubungan homoseksual atau lesbian. Ikatan-ikatan jiwa tidak ilahi juga tercipta ketika orang jatuh ke bawah otoritas orang lain yang dirasuk Iblis, seperti dalam kasus mereka yang berkonsultasi dengan dukun, peramal dan sejenisnya.

Ikatan-ikatan jiwa tidak ilahi bertindak sebagai saluran spiritual bagi Iblis untuk mengalir dari seseorang yang punya otoritas ke orang lain di bawah wewenangnya. Ikatan-ikatan jiwa tidak ilahi ini harus dikoyakkan dalam pelayanan pelepasan.

  • Pengaruh Pralahir

Iblis selalu sigap mengambil keuntungan dari usaha seseorang ibu yang mencoba melakukan aborsi atau dari tindakan-tindakan berkubang dosa apa pun. Berbagai hal semacam ini dapat mencemari dan menyebabkan masalah-masalah emosional dan spiritual bagi jabang bayi. Secara spiritual, jabang bayi menderita rasa penolakan. Ketika si anak tumbuh besar, dia mungkin merasa ditolak. Dia merasa ditinggalkan seakan-akan dia bukanlah milik keluarganya.

  • Kekeliruan Religius dan Ajaran Palsu

Paulus dalam suratnya kepada Timotius telah mengingatkan bahwa pada waktu-waktu kemudian ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan (1 Tim 4:1). Ketika seseorang terlibat dalam praktik-praktik religius yang salah dan menerima ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Injil, seperti mereka yang dari kelompok-kelompok agama dan Pergerakan New Age, dia membuka dirinya bagi roh pembodohan. Lebih jauh Paulus mengingatkan dalam Kolose 2:8: “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”

  • Kutuk

Kutuk adalah kata-kata yang diucapkan. Kutuk memiliki kekuatan spiritual. Kutuk ditujukan kepada orang lain, dengan niat membahayakannya. Kutuk bisa datang dari Allah atau setan dan orang-orang yang bertindak atas namanya. Kutukan Allah adalah sebuah bentuk penghakiman bagi mereka yang tidak patuh atau menentang-Nya.

Iblis melekat pada kutuk karena mereka harus melaksanakan pekerjaan mereka untuk membuat kutuk itu berlaku. Jadi, jika seseorang yang telah dikutuk mengalami kegagalan, misalnya, kemudian roh kegagalan akan memastikan bahwa orang tersebut tidak akan sukses dalam setiap ruang kehidupannya.

  • Dosa Seksual

Kecanduan pornografi, pelecehan seksual, hubungan seks di luar nikah, tindakan-tindakan seksual tidak alami seperti seks oral atau seks anal, serta hubungan homoseksual dan lesbian membuka pintu bagi iblis untuk beroperasi dalam diri orang-orang yang melakukan atau ikut ambil bagian dalam aktivitas-aktivitas ini.

  • Perawatan Medis Alternatif Tertentu

Sebelum orang Kristen, siapapun dia, beralih bentuk terapi alternatif apa saja, terlebih dulu, dia harus mencari tahu tentang keyakinan dan prinsip spiritual terapi itu dan pandangan dunia religius si ahli terapi. Beberapa dari ahli terapi ini memiliki akar agama Wiccan atau “ilmu sihir putih”. Beberapa yang lain memiliki hubungan dengan agama-agama Timur tertentu, sementara yang lainya lagi berurusan dengan agama-agama alam, di mana makhluk dan pemandu roh dipanggil. Tetapi apapun yang berhubungan dengan okultisme dan kepercayaan New Age harus dihindari walaupun memberikan hasil yang positif. Setan yang bekerja lewat agen-agennya, dapat “mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Mat 24:24).

  • Situs Kematian dan Gedung Tertentu

Ada beberapa jalan raya tertentu tempat kecelakaan lebih sering dibandingkan jalan raya yang lainnya. Hal ini benar di setiap negara. Iblis giat berulah di tempat-tempat di mana kecelakaan kerap terjadi. Situs-situs  bunuh diri massal, perang, dan pengurbanan manusia adalah juga tempat-tempat di mana iblis bersarang. Orang-orang yang mengunjungi tempat-tempat semacam itu dan merasa takut mungkin akhirnya akan tertekan secara spiritual.

Beberapa fasilitas, seperti hotel, juga mungkin menjadi sarang iblis karena tempat itu pernah ditinggali oleh orang-orang tertentu; atau, tempat itu pernah digunakan untuk aktivitas-aktivitas tertentu; atau di tempat itu pernah terjadi kejadian-kejadian tertentu.

  1. Dampak Kuasa Gelap

Setiap tindakan yang dilakukan pasti ada akibat atau dampaknya. Demikian juga dengan keterlibatan dalam kuasa gelap memiliki dampak baik itu pada diri sendiri, keluarga, orang lain, bahkan kepada keturunan. Dampak yang paling utama adalah agar manusia meninggalkan kepercayaannya kepada Tuhan Yesus dan memilih untuk mengikatkan diri kepada si iblis, sehingga manusia kehilangan kesempatan untuk hidup bersama-sama dengan Yesus dalam kekekalan dan menjadi teman si iblis dalam kematian yang kekal. 

Bila seseorang sakit akibat kuasa kegelapan dan dia pergi meminta pertolongan dari dukun, maka ada dua hal yang terjadi secara langsung:[8]

  1. Terjadi kesembuhan semu.

Dikatakan kesembuhan semu karena kesembuhan yang didapat bukanlah kesembuhan yang nyata dimana penyakit tersebut akan kambuh kembali ataupun akan tertransfer kepada keluarga/orang terdekat.

  1. Peluang bagi iblis untuk semakin menghancurkan manusia.

Dalam hal ini manusia membuka sebuah lembaran perjanjian bagi iblis untuk menghancurkan dirinya. Mau tidak mau, manusia ini seperti berhutang kepada seorang rentenir. Rentenir akan meminta 100 bahkan lebih ketika dia memberi 1. Begitu juga iblis akan meminta imbalan (tumbal) dalam bentuk kesengsaraan hidup bahkan bisa jadi meminta kehidupan itu langsung.

Pondsius dan Susanna Takaliuang menguraikan dampak dari kuasa kegelapan ini, sebagai berikut:[9]

  1. a.    Dampak secara rohani
  • Serangan depresi, misalnya seorang tenggelam dalam suatu kesedihan tanpa alasan. Orang berada di bawah tekanan, dicekam oleh perasaan takut terhadap hal-hal disekitarnya. Iblis tidak pernah dapat memberikan damai sejahtera dalam hati manusia. Hanya di dalam Kristus manusia sentosa, sejahtera dan merdeka/bebas (Yoh 16:33; Rm 16:20; 2 Kor 3:17). Kuasa kegelapan hanyalah menimbulkan kegelisahan.
  • Sikap tertutup keras terhadap firman Allah. Gejala ini tidak sama pada tiap-tiap orang. Ada yang merindukan Firman Allah, tetapi waktu ia mendengar, ia mengantuk dan tertidur, walaupun tubuhnya dalam keadaan segar bugar.
  • Iblis adalah roh penidur, membutakan mata hati manusia sehingga benih firman Allah tidak dapat masuk dan tidak bisa tumbuh dalam hati orang yang terlibat dalam dunia okultisme (2 Taw 33:10; Mat 13:4,18,19; 2 Kor 4:4). Orang-orang yang terlibat dalam dunia okultisme tidak menyukai firman Allah; mungkin masih membaca juga tetapi tidak mengerti. Kalau membaca buku-buku lain, dia tidak mengantuk dan tidak tertidur.
  • Gangguan lain ialah pada waktu mendengar Firman Tuhan ia dikuasai oleh roh sangsi, yang bekerja pada saat itu, sehingga sulit baginya untuk mempercayai firman Allahh dan akhirnya hidupnya tambah berantakan. Firman Allah tidak jadi jaminan yang utuh untuk imannya, tetapi merupakan bahan spekulasi saja. Itulah sebabnya kita bertemu dengan orang yang di atas mejanya ada buku mantera sejakigus ada juga Alkitab.
  • Ada keinginan bahkan kenyataan menghujat nama Tuhan Yesus, baik tersembunyi maupun terang-terangan. Orang yang demikian telah dikuasai oleh roh penghujat.
  1. b.    Dampak secara psikologi/mental
  • Pikiran bunuh diri yang seringkali berjalan sejajar dengan depresi. Ingat Saul dan Yudas Iskariot yang mengakhiri hidupnya dengan sangat menyedihkan (1 Sam 28; 1 Taw 10:14; Mat27:15). Iblis adalah bapa pembunuh manusia dan dialah yang membawa manusia kepada keputusasaan, menjadikan manusia nekad bunuh diri (Yoh 8:44)
  • Gejala adanya ketakutan yang tidak normal. Banyak hal disekitarnya membuat dia takut. Ini bukan takut akan Allah, tetapi takut yang aneh dan tidak wajar, karena memang terlibat dalam praktek okultisme. Berjalan melewati kuburan dan tempat keramat, bulu kuduk berdiri, takut bunyi-bunyi yang aneh, bahkan takut akan kematian, itulah yang menguasai orang yang terlibat okultisme.
  • Gejala angin kotor, angin hawa nafsu, pikiran-pikiran najis yang dihembuskan oleh roh-roh najis. Biasanya orang yang terlibat dalam okultisme, hidup seksualnya tidak normal, matanya penuh zinah dan angan-angan kotor yang menguasai dia. Iblis bukan hanya bapa pembunuh, tetapi juga bapa perzinahan.
  • Kemarahan atau hawa nafsu marah yang tidak normal. Ada kemarahan dari Roh Suci (1 Sam 11:6; Luk 9:51-56), tetapi ada kemarahan yang ditungggangi setan membawa kematian (Kej 4:48), dan penderitaan. Roh harimau (1 Ptr 5:8), menguasai orang yang terlibat okultisme, sehingga dengan tidak segan-segan ia “menerkam” orang di sekitarnya, seperti Kain yang dikuasai oleh roh jahat “menerkam” Habel, saudara kandungnya dengan tidak ada belas kasihannya sama sekali.
  1. c.    Dampak Secara Fisik
  • Urat syaraf sakit, karena mempraktekkan okultisme secara aktif. Orang yang didiami Roh Allah tubuhnya sehat seperti Musa (Ul 34:7), Yosua dan kaleb (Yos 14:6-11). Tubuh manusia yang didiami setan (Ef 2:2), banyak mengalami ganguan (1 Sam 16:14-23; 18:10-12; Luk 13:11,16). Ingatan Saul juga menjadi tidak waras lagi, sebab ia berada di bawah kekuasaan roh jahat. Sewaktu-waktu dia membenci Daud, dan sewaktu-waktu ia menyesal atas dosa-dosanya. Iblis memang merusakkan urat syaraf dan kesehatan seseorang, bahkan bisa mendatangkan kegilaan (Yer 50:38; Ul 28:28).
  • Kemandulan dan kematian yang tidak wajar, yaitu kematian sebelum waktunya (Kel 23:24-26). Tentu saja tidak semua kemandulan terjadi karena praktek okultisme.
  1. d.    Dampak dalam Keluarga

Kekacauan terjadi dalam keluarga, di mana menjadi kacauu, karena roh pengacau itu diberi tempat dalam keluarga sehingga semuanya menjadi kacau dan berantakan. Keluarga Yakub menjadi kacau, karena dalam rumahnya ada dewa asing dan anting-anting keramat sebagai jimat. Kekacauan nanti selesai setelah mereka membuang semua benda iblis dari rumah mereka (Kej 34-35).

  1. e.    Dampak untuk Keturunan berikutnya

Keturunan menjadi kacau dan terkutuk, tidak normal, cacat, sial, terlaknat dan terhukum turun temurun (Kel 20:4-5) karena berada di luar berkat Tuhan. Hanya darah Tuhan Yesus yang dapat menebus kita dari kutuk, karena cara hidup yang sia-sia yang turun temurun dari nenek moyang kita (1 Ptr 1:18,19).

  1. f.     Dampak untuk Kekekalan

Orang yang terlbat okultisme tidak akan mewarisi Kerajaan Allah (Gal 5:20,21), malah dilempar ke lautan yang bernyala-nyala dan akan mengalami kematian yang kedua (Why 21:8; 22:15)

  1. Bagaimana cara Mengatasi Kuasa Gelap secara Alkitabiah

Pelepasan adalah tindakan mengeluarkan Iblis atau roh jahat dari seseorang yang kerasukan. Setelah Yesus Kristus dibaptis, Ia dicobai di gurun pasir. Dia dicobai namun setiap pencobaan yang dilakukan iblis kepadaNya tidak pernah berhasil. Dalam hal ini Yesus menunjukkan keteladanannya secara langsung. Dia yang telah mempersiapkan diriNya dengan menahan segala keinginan daging (puasa), mulai melakukan pelayananNya. Secara garis besar ada 3 jenis pelayanan yang dilakukan Yesus Kristus yakni: mengajar, menyembuhkan dan mengusir setan. Pada saat Yesus akan naik ke Sorga, Dia menyatakan perintahnya kepada setiap orang yang percaya kepadaNya. Perintah yang dimaksud adalah untuk mengusir setan-setan demi namaNya (bnd. Mark. 16:17).

Cara yang dipakai selama ini untuk menolong mereka yang kerasukan setan adalah eksorsisme. Eksorsisme adalah pengusiran keluar roh-roh jahat dalam diri seseorang, dari suatu tempat, atau dari suatu barang ke tempat lain.[10] Yesus dalam pelayananNya banyak menggunakan eksorsisme ini (Mat 8:28-34; 15:21-28; 17:14-21; Mrk 1:23-27). Di samping itu Yesus juga memberikan kuasa dan memerintahkan murid-muridNya untuk mengusir setan-setan dalam pelayanan mereka (Luk 10:1-18). Perintah Yesus pada murid-muridNya untuk mengusir setan-setan membuat eksorsis menjadi salah satu bagian penting dari pelayanan para Rasul. Dalam kesaksian murid-murid kemudian (Luk 10:1-18) dijumpai bahwa banyak setan diusir dalam pelayanan mereka. Rasul Paulus juga melakukan eksorsis ini. Ia pernah mengusir setan dari hamba perempuan di Filipi (Kis 16:16-18).

Dalam perkembangan pemakaian metode ini selanjutnya digunakan istilah “pelayanan pelepasan” (deliverance ministry) sebagai istilah yang lebih luas pemahamannya dari pada eksorsisme. Dalam pelayanan pelepasan ini, penolong tidak hanya melakukan pengusiran setan-setan, melainkan juga membuat analisis kehidupan konseli (riwayat hidupnya). Misalnya diselidiki apakah ia atau keluarganya terdekat terlibat dalam okultisme atau tidak. Jika ada, harus diadakan doa pemutusann atau penyangkalan, dan kadangkala diserta pembakaran jimat-jimat. Klien kemudian dibimbing untuk memiliki hubungan secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Klien ditolong memiliki satu kelompok persekutuan yang diharapkan dapat mempercepat proses kesembuhannya, misalnya di gereja atau mengikuti konseling kelompok.

Orang kristen adalah benar pengikut Yesus, namun yang perlu untuk dilihat secara teliti adalah, kenapa orang kristen bisa dirasuki oleh setan? Padahal sudah jelas orang kristen adalah pengikut Yesus. Oleh karena itu penting untuk mengetahui jenis kerasukan. Kerasukan dibagi tiga tingkatan yakni kerasukan penuh, kerasukan sebagian dan dihinggapi roh jahat. Kerasukan penuh yakni ketika iblis yang mengendalikan langsung tubuh orang tersebut. Kerasukan sebagian yakni iblis berdiam ditubuh orang tersebut namun tidak menunjukkan manifestasinya. Sedangkan dihinggapi roh jahat adalah iblis mengontrol seseorang dari luar, mengunakan sifat negatif manusia untuk diperalat, hal ini juga sering di dengar sebagai ditunggangi (ditunggangi seperti kuda yang dipasang tali kekang dan dikemudikan).[11]

Iblis selalu menunggu kesempatan untuk menghancurkan manusia. Dia menunggu momen yang tepat untuk merebut kemenangan yakni dengan cara memancing manusia masuk ke dalam dosa. Iblis memiliki kuasa untuk memakai dosa sebagai medianya untuk masuk kedalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, setiap orang yang melakukan dosa bisa diganggu oleh iblis. Sehingga dari hal ini dapat dilihat bahwa semua orang mempunyai celah untuk dihancurkan iblis termasuk orang kristen. Dari hal ini timbullah pertanyaan, bagaimana caranya agar terlepas dari belenggu iblis?

Untuk melaksanakan pelayanan pelepasan, kita berpedoman pada prinsip-prinsip yang dilakukan oleh Yesus dalam pelayanannya melakukan pengusiran setan, yaitu:[12]

  1. Yesus tidak pernah mencari-cari secara khusus orang yang dirasuk. Umumnya adalah mereka yang di bawa orang lain kepadaNya, atau kebetulan jumpa pada saat Ia pergi melayani ke suatu tempat.
  2. Yesus mengusir setan-setan itu dengan satu perkataan/ kalimat pendek dan tegas mengusir setan-setan itu (Mrk 9:25), dan Ia tidak banyak beragumentasi dengan setan-setan itu.
  3. Yesus bertindak melalui kuasa Roh Kudus (Mat 12:28), dengan iman, doa dan puasa (Mrk 9:29, Mat 17:20).
  4. Dalam beberapa kasus Yesus memberi perintahNya berulangkali kepada setan-setan itu baru setan itu keluar dari korbannya (Mrk 5:8; Luk 11:14)
  5. Sebelum mengusir setan-setan itu Yesus lebih dahulu mengikat setan-setan itu (Luk 4:35)
  6. Yesus memerintahkan supaya setan-setan itu jangan lagi memasuki korbannya setelah setan-setan itu keluar (Mrk 9:25)
  7. Ia memberi perintah bukan kepada si penderita tetapi kepada setan-setan itu.
  8. Yesus tidak hanya mengusir setan-setan tetapi juga menyembuhkan penyakit lainnya jika ada.
  9. Pernah suatu saat Yesus melakukan pengusiran setan dari jarak jauh (Mat 15:28). Peristiwa ini terjadi karena iman yang luar biasa dari perempuan Kanaan itu. Jadi, iman anggota keluarga juga penting dalam pengusirann setan ini. Keluarga perlu diajak bersama untuk dapat beriman kepada Tuhan agar si pennderita menerima kelepasan dari ikatan setan-setan.

Orang percaya sebenarnya tidak terlihat dari perkataan namun dari sikapnya yang nyata. Seperti buah mangga yang kulitnya mulus tapi bisa jadi isinya busuk. Seperti itu pula manusia, bisa jadi seseorang telihat baik luarnya namun dalamnya berlumuran dosa “menang casingnya saja”. Tapi tentu saja yang diharapkan adalah mulus luar dalam. Orang yang benar-benar mempunyai kepercayaan penuh kepada Tuhan, mengikuti perintahNya dan menjauhi laranganNya tentu akan sulit untuk diserang iblis. Sebaliknya orang yang tidak mempunyai kepercayaan yang teguh akan mudah untuk diserang oleh iblis.

Ketika roh jahat diusir dari tubuh seorang yang sedang kerasukan, maka orang tersebut akhirnya bermanifestasi. Karena roh jahat adalah makhluk halus yang tidak kasat mata. Bila roh jahat yang tidak kasat mata itu menyerang orang tentu orang tersebut dapat bereaksi sakit, misalnya: perut terasa diaduk-aduk, kejang, pingsan dan lain sebagainya. Untuk hal seperti ini maka tidaklah mungkin ditangani oleh intervensi medis.

Seperti yang telah dipaparkan di atas, bahwa Yesus mengajarkan manusia untuk mengusir setan demi NamaNya maka manusia dapat melakukan Intervensi okult. Setiap orang percaya dan mempunyai keinginan untuk melayani Dia dalam pengusiran setan akan diberikan anugrah penengkingan. Orang percaya ketika berhadapan dengan hal seperti ini dapat melakukan pelayanan pelepasan. Pelayanan pelepasan adalah mengusir setan dari tubuh yang dirasuki. Iblis takut akan nama Tuhan. Hal ini terlihat dalam kesaksian Alkitab dalam Injil Markus 1:24

“Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

Hal ini menunjukkan bahwa iblis takut akan Tuhan. Iblis akan lari ketika diusir dalam nama Yesus. Otoritas dari Yesus Kristus akan membakar iblis yang bersemayam ditubuh seseorang. Orang yang dapat memakai otoritas ini adalah orang yang percaya dan takut akan Tuhan (bnd. Yak. 4:7).[13]

Derek Prince memaparkan langkah-langkah untuk persiapan dan pengusiran setan sebagai berikut yakni:[14]

  1. Menyatakan secara pribadi iman kepada Kristus
  2. Merendahkan diri kepada Kristus
  3. Mengakui dosa yang pernah diperbuat di hadapan Tuhan
  4. Bertobat dari semua dosa
  5. Mengampuni orang bersalah kepada kita
  6. Memutuskan hubungan dengan semua bentuk okultisme dan agama palsu
  7. Mempersiapkan diri untuk dilepaskan dari semua kutuk dalam kehidupan
  8. Berpihak kepada Tuhan
  9. Melakukan pengusiran

Setelah melakukan pengusiran setan, maka ucapkanlah syukur kepada Tuhan Yesus yang telah membebaskan dari belenggu setan. Tetapi hal yang sangat penting untuk diingat bahwa iblis tidak akan menyerah begitu saja. Dia akan kembali dengan pasukan yang lebih besar untuk menaklukkan manusia itu. Hal inilah yang perlu diantisipasi. Manusia yang telah terlepas dari belenggu kuasa gelap akan hadir seperti rumah yang telah diperbaharui. Rumah ini bersih, rapi dan teratur. Tatanan bersih, rapi dan teratur tentulah baik, namun dari hal ini masih ada yang kurang yakni tuan rumah yang baik agar rumah itu tetap dijaga dengan kondisi seperti itu. Siapa tuan rumah yang baik? Manusia secara pribadi tentu tidak akan mampu untuk menjadi tuan rumah yang baik. Oleh karena itu, kita perlu menyediakan singgahsana yang agung untuk Dia dan mengundangNya hadir di dalam kita. Yesus Kristus adalah Tuan rumah yang baik yang menjaga rumah tetap bersih, rapi dan teratur. Sehingga jika orang yang pernah kesurupan dan telah dilepaskan ataupun setiap orang percaya harus senantiasa melakukan doa dan puasa sebagai wujud terimakasihnya kepada Tuhan[15].

Biasanya orang yang telah mendapat pelayanan pelepasan akan menjadi hamba Allah “agen Roh Kudus” untuk kembali membantu orang yang sakit karena kuasa gelap dalam menengking setan.

  1. Kesimpulan

Dari permaparan mengenai kuasa gelap dan manifestasinya terhadap manusia membuktikan bahwa seseorang bisa menderita gangguan penyakit diakibatkan oleh kuasa gelap. Tujuan utama dari penderitaan yang dilakukan oleh iblis itu adalah untuk memisahkan manusia dari Yesus. Setiap orang mempunyai kemungkinan untuk menderita oleh karena kuasa gelap bila orang tersebut membuka cela (dosa) bagi kuasa gelap untuk masuk. Namun bagi orang kristen yang mempunyai kepercayaan total akan anugrah keselamatan dari Tuhan, hal ini akan menjadi mentah tanpa pengaruh.

Orang percaya diberi kuasa untuk melakukan pengusiran terhadap roh-roh jahat demi NamaNya. Otoritas Yesus Kristus adalah anugrah dan perintah bagi setiap orang percaya. Untuk itu, yang menjadi petanyaan pada kita. Maukah kita dipakaiNya untuk melayani DIA dalam melakukan pengusiran akan kuasa kegelapan?

DAFTAR PUSTAKA

Bevere, John, Menutup Pintu Masuk Iblis, t.t.p. Light Publishing, 2008.

Julianto Simanjutak, Konseling Gangguan Jiwa dan Okultisme, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Umum, 2008.

L.Tobing, M. Victor, Menyingkap Strategi Musuh, Medan, Yayasan Persekutuan Doa dan Penelaahan Alkitab, 2006

Lim, Leslie & Koh, Douglas, Mental Illness or Demonisation, Yogyakarta, Andi, 2009

Pondsius dan Takaliuang, Susanna, Antara kuasa gelap dan kuasa terang, Jawa Timur, Departemen Literatur, 2004.

Prince, Derek, Lucifer Exposed, t.t.p., Derek Prince Ministries Indonesia, 2007.

………………….., Mereka akan mengusir Setan-setan. t.t.p.: Derek Prince Ministries Indonesia 2004

Tony, Daud, Dunia Ajaran Sesat, Jakarta, Bethlehem Publiser, 2006

………………, Dunia Roh Jahat, Jakarta: Bethlehem Publiser, 2006


[1] Pondsius dan Susanna Takaliuang, Antara kuasa gelap dan kuasa terang, Jawa Timur: Departemen Literatur, 2004, hlm.xvi

[2] M. Victor L.Tobing, Menyingkap Strategi Musuh, Medan: Yayasan Persekutuan Doa dan Penelaahan Alkitab, 2006, hlm. 33-34

[3] Derek Prince, Lusifer Exposed, t.t.p.: Derek Prince Ministries Indonesia, 2007, hlm. 4-12

[4] Leslie Lim & Douglas Koh, Mental Illness or Demonisation, Yogyakarta: Andi, 2009, hlm. 16-17

[5] Pondsius dan Susanna Takaliuang, Op.Cit., hlm. 301-302.

[6] Lislie Lim dan Douglas Koh, Op.Cit.,  hlm. 197-212

[7] Lislie Lim dan Douglas Koh, Op.Cit., hlm. 1-3

[8] Daud Tony, Dunia Ajaran Sesat, Jakarta: Bethlehem Publiser, 2006, hlm 32-41

[9] Pondsius dan Susanna Takaliuang, Op.Cit.,  hlm. 299-303

[10] Julianto Simanjutak, Konseling Gangguan Jiwa dan Okultisme, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum, 2008, hlm. 66

[11] Daud Tony, Dunia Roh Jahat, Jakarta: Bethlehem Publiser, 2006, hlm. 22-25

[12] Julianto Simanjuntak, Op.Cit., hlm 67-79

[13] Daud Tony, Dunia Roh Jahat… hlm. 10-13

[14] Derek Prince, Mereka akan mengusir Setan-setan. t.t.p.: Derek Prince Ministries Indonesia 2004 ,hlm. 301-302

[15] John Bevere, Menutup Pintu Masuk Iblis, t.t.p. Light Publishing, 2008, hlm. 104-106

Nama                          : Nico Sibarani dan Budieli Hia                               (18 Mei 2010)

M. Kuliah                     : Pengembalaan Orang Bermasalah Khusus

Dosen Pengampu       : Pdt. Jaharianson, S.Th, M.Sc, Ph.D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: